Akibat Sembarang Pilih Sekolah Pilot

Profesi pilot memang sangat menggiurkan, selain jenjang karir gajinya juga sangat menjanjikan. Contoh, ketika sudah mampu memenuhi jam terbang tertentu, misalnya lebih dari 5000 jam (sesuai dengan kebijakan airline) pilot dapat dipromosikan naik jabatan. Begitu juga dengan gaji, penghasilannya bisa meningkat seiring dengan bertambahnya jam terbang maupun jabatan yang diraih yang bahkan bisa meroket hingga 70 juta rupiah. Hal inilah yang membuat banyak orang bergegas untuk masuk sekolah pilot. Walau dengan biaya yang besar (sekarang hampir 700 juta rupiah), tapi hal ini bukanlah suatu kendala karena ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam menyiasati mahalnya biaya pendidikan tersebut, baik itu dengan menyicil maupun melakukan pinjaman di bank.

Melanjutkan pendidikan ke sekolah pilot memang bukan hal mustahil bagi mereka yang mempunyai ekonomi mendukung, fisik oke, dan kemampuan akedemik yang bagus, akan tetapi dalam memilih sekolah tidak boleh secara asal-asalan. Dengan kata lain, harus punya perencanaan yang matang supaya dapat memilih sekolah yang tepat, seperti melihat dari segi fasilitas, jumlah instruktur, lisensi, akreditas sekolah, dan lain sebagainya. Jika tidak merencanakan hal tersebut dengan baik, dapat dipastikan bakal mengalami beberapa resiko seperti di bawah ini:

Terlantar karena minimnya instruktur dan fasilitas latihan

Fasilitas menjadi hal terpenting dalam sebuah pendidikan. Bagaimana tidak, bila para siswa hanya memperoleh teori tanpa diiringi dengan praktik tentu akan kebingungan bahkan sulit mengerti. Hal ini tidak hanya berlaku dalam bidang ilmu lain, tetapi untuk seluruh bidang. Contoh dalam sekolah tinggi penerbangan, fasilitas seperti simulator penting untuk dimiliki  agar para cadet bisa memperoleh gambaran tentang penerbangan secara nyata sehingga mereka tidak terkejut ketika latihan terbang yang sesungguhnya. Yang tidak kalah pentingnya lagi adalah airport dan training aircraft, para cadet sangat membutuhkan kedua hal ini agar bisa latihan terbang dengan maskimal dan bisa memperoleh keahliaan serta dapat mengantongi jam terbang seperti yang diharapkan.

Namun sayangnya, bila memilih sekolah secara sembarangan bukan tidak mungkin fasilitas yang dimiliki sekolah sangat minim, akibatnya para cadet kebanyakan terlantar karena harus menunggu waktu giliran menerbangkan pesawat yang juga hanya bisa dilakukan apabila pesawat komersial sedang tidak ada jadwal penerbangan. Perlu diketahui bahwa, waktu yang diberikan untuk latihan terbang sudah termasuk menyiapkan peralatan terbang dan menyalakan mesin pesawat sehingga waktu bisa terpotong habis bila tidak dipersiapkan secara maksimal. Masalah seperti ini pastinya dapat membuat para cadet tidak betah menjalani pendidikan dan kehalian yang mereka dapatpun otomatis sangat rendah. Untuk itu, baiknya konsultasi memilih sekolah pilot sebelum mendaftar di sekolah yang Anda pilih.

Program lisensi yang hanya bisa didapat PPL can CPL

Dalam sekolah pilot, ada empat lisensi yang ditawarkan yakni PPL, CPL, IR, dan MER. Lisensi PPL (Private Pilot Licence) adalah sertifikat izin terbang pilot untuk pesawat kecil berkapasitas tidak lebih dari 10 orang, misalnya bisa untuk keluarga. Lisensi CPL (Commercial Pilot Licence) merupakan sertifikat izin terbang yang sudah bisa digunakan para cadet untuk melakukan penerbangan dengan pesawat komersial dan dapat memperoleh bayaran, sedangkan IR (Instrument Rating) ialah sertifikat izin terbang pilot yang sudah lebih dipercaya dibandingkan CPL. Jika lisensi CPL diperolehkan untuk menerbangkan pesawat komersial di hari yang cerah, tapi dengan lisensi IR pilot dapat melakukan penerbangan pada saat siang maupun di malam hari sehingga jam terbang yang dapat diraih lebih maksimal. Sementara lisensi MER (Multi-Engine Rating)berupa sertifikat lanjutan dari PPL, CPL, dan IR yang juga berarti pilot sudah siap pakai bahkan dengan mesin berganda. Begitu pentingnya lisensi tersebut untuk dipertimbangkan secara matang-matang agar bisa bersaing dalam dunia kerja dengan mudah. Namun bila sembarang pilih sekolah, bukan tidak mungkin terjebak di dalam sekolah yang hanya menawarkan liensi PPL dan CPL.

Kesulitan mendapat pekerjaan karena reputasi sekolah buruk

Reputasi sekolah juga menjadi latar belakang suksesnya karir di masa depan. Dikatakan demikian karena sekolah yang mempunyai reputasi bagus besar kemungkinan mampu menciptakan para alumni yang berkualitas. Begitu pula sebaliknya, jika reputasi sekolah sudah tercemar misalnya sekolah bangkrut, fasilitas tidak lengkap, atau juga kedisiplinan kurang, bukan tidak mungkin para cadet juga tidak tercetak secara maksimal sehingga problema ini dapat menyulitkan para cadet untuk mendapatkan pekerjaan.

Ketiga uraian di atas menjadi gambaran tentang bagaimana resiko yang didapat apabila memilih sekolah pilot secara sembarangan, yang bahkan bisa menyebabkan rugi biaya, waktu, dan juga tenaga. Untuk itu perlu hati-hati dalam memilih sekolah pilot, harus punya perencanaan yang matang, cari banyak sumber berita baik melalui kerabat maupun informasi di internet agar tidak sampai pilih sekolah.