Panduan Memilih Sekolah Pilot Berkualitas dalam dan Luar Negeri

Memiliki cita-cita untuk menjadi seorang penerbang harus punya persiapan yang maksimal dari jauh hari. Betapa tidak, tingginya tingkat pesaing dan ketatnya pelaksanaan tes bila tanpa persediaan diri yang matang, entah itu kemampuan akademik ataupun kesehatan dapat menyebabkan diri gagal seleksi sekolah pilot. Belum lagi jika biaya pendidikan tidak dapat dilunasi, besar kemungkinan menyebabkan cadet putus sekolah. Persiapan masuk sekolah pilot memang harus sangat maksimal supaya nama yang tertera di pengumuman dinyatakan memenuhi syarat.

Namun, yang juga tidak kalah penting untuk perlu diketahui dalam masuk sekolah pilot adalah reputasi sekolah itu sendiri. Mengapa? Karena pada saat cadet melamar kerja di maskapai penerbangan, cadet akan melewati serangkaian tes terlebih dahulu, bila memenuhi kriteria pilot maskapai penerbangan kemungkinan bisa diterima bekerja. Makanya, calon cadet pilot tidak boleh sembarang dalam memilih sekolah sekalipun kebutuhan pilot di berbagai belahan dunia sangat tinggi. Bila menjadi seorang pilot juga merupakan cita-cita Anda, sebaiknya gunakan panduan di bawah ini untuk memilih sekolah pilot yang tepat dan berkualitas, baik itu di dalam negeri maupun luar negeri.

Lihat fasilitas sekolah

Cadet yang mempunyai kesempatan untuk belajar dan berlatih dengan baik di sekolah pilot salah satunya didorong oleh fasilitas yang lengkap. Fasilitas di sekolah penerbangan selain simulator, asrama, perpustakaan, laboratorium, ruang kelas belajar yang nyaman, juga semestinya memiliki pesawat latih dan bandara yang memadai, seperti halnya yang terdapat di dalam daftar top 10 sekolah pilot. Dengan kata lain, sekolah pilot yang patut dipilih utamanya memiliki modal dan kemampuan dalam mencetak para cadet pilot supaya dapat menjadi penerbang yang kompeten.

Cek lisensi yang ditawarkan

Pada umumnya lisensi pilot ada beberapa macam, dua di antaranya PPL dan CPL. Apa itu PPL dan CPL?

Pada saat mendaftar di sekolah pilot, lisensi termasuk salah satu hal yang juga penting untuk dipertimbangkan. Lisensi berkaitan erat dengan pemahaman dan kemampuan terbang. Kian bagus lisensi yang didapat, artinya semakin tinggi pula keahlian yang dimiliki dalam menerbangkan pesawat. Sebab, untuk mendapat lisensi yang bagus mempunyai prasyarat jam terbang tertentu. Seperti halnya lisensi CPL (Commercial Pilot License) yang lebih besar nilainya dibandingkan lisensi PPL (Private Pilot Licence), di mana untuk mendapatkan PPL cadet harus mengantongi jam terbang sebanyak 40 hingga 60 jam. Sementara untuk CPL ialah 140 sampai 250 jam terbang. Untuk itu, calon cadet harus mengetahui terlebih dahulu lisensi-lisensi yang disediakan oleh sekolah pilot agar bisa memilih sekolah penerbangan yang terbaik dan memiliki peluang bagus dalam dunia kerja.

Ketahui jumlah instruktur yang dimiliki

Jumlah instruktur juga menjadi bagian penting untuk diketahui dalam memilih sekolah pilot. Instruktur merupakan seorang perantara yang menyalurkan pengetahuan kepada cadet pilot. Tentu saja kuantitas instruktur perlu dipertimbangkan dengan baik-baik agar bisa memperoleh pengetahuan yang maksimal. Ada baiknya lakukan survei ke berbagai sekolah guna membandingkan jumlah instruktur yang dimiliki sehingga bisa memilih sekolah yang terdepan. Instruktur yang banyak menjadi peluang untuk mendapatkan ilmu yang dalam. Namun jangan lupa dengan profil instruktur, pastikan bahwa instruktur juga merupakan oknum profesional khususnya lulusan dari sekolah pilot berkualitas pula serta dengan pengalaman yang tinggi dalam dunia penerbangan.

Supaya tidak salah pilih sekolah pilot dan biaya banyak terbuang sia-sia, Anda juga mesti memantau para alumni. Alumni telah menerima bekal yang cukup untuk berkecimpung di dunia kerja. Apabila alumni ternyata banyak yang menganggur, ada baiknya cari sekolah penerbangan lain yang terbukti memiliki lulusan bermutu di mana sebagian besar terserap di dunia kerja. Dengan begitu, Anda juga berkesempatan menjadi lulusan cadet pilot yang berkualitas.

Akibat Sembarang Pilih Sekolah Pilot

Profesi pilot memang sangat menggiurkan, selain jenjang karir gajinya juga sangat menjanjikan. Contoh, ketika sudah mampu memenuhi jam terbang tertentu, misalnya lebih dari 5000 jam (sesuai dengan kebijakan airline) pilot dapat dipromosikan naik jabatan. Begitu juga dengan gaji, penghasilannya bisa meningkat seiring dengan bertambahnya jam terbang maupun jabatan yang diraih yang bahkan bisa meroket hingga 70 juta rupiah. Hal inilah yang membuat banyak orang bergegas untuk masuk sekolah pilot. Walau dengan biaya yang besar (sekarang hampir 700 juta rupiah), tapi hal ini bukanlah suatu kendala karena ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam menyiasati mahalnya biaya pendidikan tersebut, baik itu dengan menyicil maupun melakukan pinjaman di bank.

Melanjutkan pendidikan ke sekolah pilot memang bukan hal mustahil bagi mereka yang mempunyai ekonomi mendukung, fisik oke, dan kemampuan akedemik yang bagus, akan tetapi dalam memilih sekolah tidak boleh secara asal-asalan. Dengan kata lain, harus punya perencanaan yang matang supaya dapat memilih sekolah yang tepat, seperti melihat dari segi fasilitas, jumlah instruktur, lisensi, akreditas sekolah, dan lain sebagainya. Jika tidak merencanakan hal tersebut dengan baik, dapat dipastikan bakal mengalami beberapa resiko seperti di bawah ini:

Terlantar karena minimnya instruktur dan fasilitas latihan

Fasilitas menjadi hal terpenting dalam sebuah pendidikan. Bagaimana tidak, bila para siswa hanya memperoleh teori tanpa diiringi dengan praktik tentu akan kebingungan bahkan sulit mengerti. Hal ini tidak hanya berlaku dalam bidang ilmu lain, tetapi untuk seluruh bidang. Contoh dalam sekolah tinggi penerbangan, fasilitas seperti simulator penting untuk dimiliki  agar para cadet bisa memperoleh gambaran tentang penerbangan secara nyata sehingga mereka tidak terkejut ketika latihan terbang yang sesungguhnya. Yang tidak kalah pentingnya lagi adalah airport dan training aircraft, para cadet sangat membutuhkan kedua hal ini agar bisa latihan terbang dengan maskimal dan bisa memperoleh keahliaan serta dapat mengantongi jam terbang seperti yang diharapkan.

Namun sayangnya, bila memilih sekolah secara sembarangan bukan tidak mungkin fasilitas yang dimiliki sekolah sangat minim, akibatnya para cadet kebanyakan terlantar karena harus menunggu waktu giliran menerbangkan pesawat yang juga hanya bisa dilakukan apabila pesawat komersial sedang tidak ada jadwal penerbangan. Perlu diketahui bahwa, waktu yang diberikan untuk latihan terbang sudah termasuk menyiapkan peralatan terbang dan menyalakan mesin pesawat sehingga waktu bisa terpotong habis bila tidak dipersiapkan secara maksimal. Masalah seperti ini pastinya dapat membuat para cadet tidak betah menjalani pendidikan dan kehalian yang mereka dapatpun otomatis sangat rendah. Untuk itu, baiknya konsultasi memilih sekolah pilot sebelum mendaftar di sekolah yang Anda pilih.

Program lisensi yang hanya bisa didapat PPL can CPL

Dalam sekolah pilot, ada empat lisensi yang ditawarkan yakni PPL, CPL, IR, dan MER. Lisensi PPL (Private Pilot Licence) adalah sertifikat izin terbang pilot untuk pesawat kecil berkapasitas tidak lebih dari 10 orang, misalnya bisa untuk keluarga. Lisensi CPL (Commercial Pilot Licence) merupakan sertifikat izin terbang yang sudah bisa digunakan para cadet untuk melakukan penerbangan dengan pesawat komersial dan dapat memperoleh bayaran, sedangkan IR (Instrument Rating) ialah sertifikat izin terbang pilot yang sudah lebih dipercaya dibandingkan CPL. Jika lisensi CPL diperolehkan untuk menerbangkan pesawat komersial di hari yang cerah, tapi dengan lisensi IR pilot dapat melakukan penerbangan pada saat siang maupun di malam hari sehingga jam terbang yang dapat diraih lebih maksimal. Sementara lisensi MER (Multi-Engine Rating)berupa sertifikat lanjutan dari PPL, CPL, dan IR yang juga berarti pilot sudah siap pakai bahkan dengan mesin berganda. Begitu pentingnya lisensi tersebut untuk dipertimbangkan secara matang-matang agar bisa bersaing dalam dunia kerja dengan mudah. Namun bila sembarang pilih sekolah, bukan tidak mungkin terjebak di dalam sekolah yang hanya menawarkan liensi PPL dan CPL.

Kesulitan mendapat pekerjaan karena reputasi sekolah buruk

Reputasi sekolah juga menjadi latar belakang suksesnya karir di masa depan. Dikatakan demikian karena sekolah yang mempunyai reputasi bagus besar kemungkinan mampu menciptakan para alumni yang berkualitas. Begitu pula sebaliknya, jika reputasi sekolah sudah tercemar misalnya sekolah bangkrut, fasilitas tidak lengkap, atau juga kedisiplinan kurang, bukan tidak mungkin para cadet juga tidak tercetak secara maksimal sehingga problema ini dapat menyulitkan para cadet untuk mendapatkan pekerjaan.

Ketiga uraian di atas menjadi gambaran tentang bagaimana resiko yang didapat apabila memilih sekolah pilot secara sembarangan, yang bahkan bisa menyebabkan rugi biaya, waktu, dan juga tenaga. Untuk itu perlu hati-hati dalam memilih sekolah pilot, harus punya perencanaan yang matang, cari banyak sumber berita baik melalui kerabat maupun informasi di internet agar tidak sampai pilih sekolah.

Jadi Pilot Tidak Cukup dengan Postur Tubuh Ideal, Tetapi juga…

Gaji pilot yang cukup menggiurkan yakni mencapai 40 juta rupiah dalam setiap bulannya menjadi salah satu alasan mengapa orang-orang berjuang keras untuk meniti karir tersebut. Tentunya dengan gaji yang tinggi kebutuhan dalam hidup dapat terpenuhi dengan mudah. Di tambah lagi dengan adanya jaminan masa tua, kian menjadi poin besar di dalam profesi tersebut. Di samping itu, menariknya profesi pilot juga dikarenakan kebutuhan pilot dalam negeri semakin menjanjikan di mana jumlah pilot yang dicetak belum mampu memenuhi kebutuhan pilot yang diminta. Bahkan maskapai penerbangan banyak merekrut pilot asing untuk memenuhi peluang tersebut. Namun, untuk menggapai profesi sebagai seorang pilot yang profesional tidaklah cukup dengan memiliki postur tubuh yang ideal dan kesehatan yang bagus, akan tetapi ada tiga hal penting yang juga menjadi syarat utama antara lain:

Pengetahuan akademik yang bagus

Syarat masuk sekolah pilot pada umumnya harus memiliki kemampuan akademik yang bagus terutama bahasa Inggris yang meliputi listening, reading, writing, speaking, dan lain sebagainya. Pengetahuan akademik sangat diprioritaskan selain menjadi gambaran mengenai kemampuan cadet juga bertujuan untuk mempermudah para cadet dalam mengikuti sistem pembelajaran karena buku yang digunakan lebih banyak dari luar dan juga instruktur berasal dari negara tetangga.

Perlu diketahui bahwa, pengetahuan akademik juga amat berperan penting bagi cadet untuk melamar pekerjaan di maskapai penerbangan kelak atau usai menjalani pendidikan. Maskapai penerbangan yang melakukan perekrutan akan menyaring secara riil untuk mendapatkan pilot profesional yang benar-benar mampu mengisi lowongan yang tersedia, entah itu sebagai second officer, first officer, atau bahkan captain pilot. Inilah yang menjadi alasan utama mengapa bahasa Inggris penting untuk ditekuni dengan maksimal.

Finansial yang mendukung

Biaya masuk sekolah pilot termasuk kategori sekolah yang paling mahal. Bagaimana tidak, biaya yang mesti dikeluarkan oleh cadet pada saat diterima di sekolah pilot hingga akhir sekolah kurang lebih mencapai 600 hingga 700 juta rupiah (tergantung daripada kebijakan sekolah masing-masing). Biaya yang demikian harus dibayar sesuai dengan porsedurnya, beruntung bila sekolah menawarkan sistem keringanan yang mana pembayarannya bisa dilunasi 2 atau 3 kali cicilan. Tentu, tidaklah mudah untuk menyiapkan biaya yang demikian, bahkan pihak asuransi pun akan mempertimbangkan lebih lanjut bila Anda baru menjadi nasabah mereka dan ingin mengklaim asuransi dengan biaya tersebut. Begitu juga dengan pinjaman di bank, butuh jaminan yang kuat agar pinjaman uang bisa diproses.

Keberanian akan ketinggian

Meski kesehatan tubuh sudah mencukupi, pengetahuan akademik memadai, dan finansial yang mendukung, akan tetapi bila tidak punya keberanian untuk menerbangkan pesawat tentu akan percuma. Oleh karena itu, jika ingin menjadi seorang pilot juga harus memiliki keberanian dalam menerbangkan pesawat, tidak boleh takut akan ketinggian karena keselamatan penumpang juga ada pada tangan pilot. Untuk melatih jiwa apakah sanggup menjadi seorang pilot Anda bisa mengikuti pelatihan panjat tebing karena dengan melihat ke bawah jiwa akan ngeri dan takut serta langsung nyerah bila kurang pas menekuni profesi sebagai seorang pilot. Ingat, bila telah masuk sekolah pilot tapi ternyata skill tidak sesuai, bukan tidak mungkin hanya akan mengalami kerugian, baik secara materi maupun peluang. Materi yang telah dibayarkan tidak sepenuhnya bisa diambil kembali bila ingin keluar dari sekolah pilot dan juga karir akan menjadi buruk bila tetap mengikuti pendidikan tersebut tapi tidak dilandasi dengan kemampuan karena sudah jelas akan sulit diterima bekerja di maskapai penerbangan bila jam terbang yang diraih sedikit.

Melihat pilot-pilot bertugas mengenakan seragam dengan gagahnya sering kali membuat keinginan menjadi seorang pilot semakin membludak. Namun, untuk menjadi seperti mereka tentunya harus memenuhi berbagai syarat-syarat khusus utamanya seperti pada uraian di atas agar bisa menjadi seorang pilot yang handal.